Wake up! Kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau.

Zaid bin Arqam meriwayatkan sebuah peristiwa tentang Abu Bakar r.a yang terjadi pada masa kekhalifahannya, sebagai berikut,

Suatu ketika Abu Bakar r.a meminta air, maka dibawakanlah kepadanya sebuah wadah yang berisi air dan madu. Tapi ketika Abu Bakar melekatkan bibir nya di wadah air itu, tiba-tiba dia menangis tersedu-sedu sehingga membuat semua orang yang melihatnya ikut bersedih.

Abu Bakar lalu diam, sementara orang-orang di sekitarnya mulai bingung akan apa yang terjadi. Tapi Abu Bakar kembali menangis sesenggukan hingga membuat semua orang di sekelilingnya tak ada yang sampai hati bertanya tentang tangisannya itu. Tak lama kemudian, Abu Bakar menghentikan tangisnya, dan mengusap wajahnya.

Orang-orang pun bertanya, " Apakah gerangan yang membuat engkau menangis seperti itu? "
Abu Bakar menjawab " Suatu ketika aku pernah melihat Rasulullah bergerak menolak sesuatu seraya berkata, 'menjauhlah kau dariku.... menjauhlah kau dariku...,,' padahal aku saat itu tidak melihat seorang pun di dekat beliau." Aku pun bertanya," Wahai Rasulullah, kulihat kau menolak sesuatu tapi tak kulihat seorangpun bersamamu?" Rasulullah menjawab ," Tadi dunia dan segala isinya muncul mendatangiku. Aku pun memintanya menjauhiku dan dia pun menjauh. Tapi ia berkata, 'Demi Allah, kalau saja kau tak mampu melawan godaanku, niscaya semua umatmu yang datang kemudian takkan mampu melawan godaanku.'

Abu Bakar meneruskan " itulah sebabnya aku takut kalau-kalau saat ini aku sedang tak tahan menghadapi godaan dunia. Itulah yang telah membuatku menangis. "

Demikianlah akhlak para sahabat, meski dunia dengan gencarnya menghujam seakan-akan hujan deras yang turun dari langit, namun mereka selalu berhasil menjalani kehidupan secara seimbang dan memandang sebelah mata dunia dan isinya. Hal itu dapat terjadi karena mereka melihat sendiri Rasulullah yang menjadi pembimbing dan penuntun jalan mereka melewati hidup beliau dengan cara seperti itu.

Kita tidak akan mampu menandingi iman dan derajat keilmuan para sahabat Nabi Muhammad, tapi kita masih bisa mencontoh perilaku dan mempelajari ilmu-ilmu beliau sedikit demi sedikit. Karena Rahmat Allah yang Maha Luas mampu mengubah yang mustahil menjadi kenyataan. Insyaallah dengan semangat jihad fii Sabilillah yang diniati tulus ikhlas dalam mengokohkan iman serta mencari ilmu agama sebanyak-banyaknya, semoga kita termasuk golongan para Muhsinin yang berjalan di Padang Mahsyar secepat kilat tanpa hisab.

Amiiin....

Like and Share! thanks

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan gaya jaket terbaru untuk cowok

Mau merayakan Tahun Baru? Situ muslim kan... pikir2 dulu sebelum Syahadatmu wajib di ulangi.

Jual jaket parka murah untuk komunitas di Surabaya